Refining Marine Turtle Conservation: Introducing Marine Turtle Management Areas (MATMAs) as a Spatial Conservation Tool
Abdul Rahman, Rushan, Joseph, Juanita, Mustika, Putu Liza, Adnyana, Windia, Duce, Stephanie, Pilcher, Nicolas J., Ratha, Jaya, Nguyen, Thi Dieu Thuy, and Hamann, Mark (2026) Refining Marine Turtle Conservation: Introducing Marine Turtle Management Areas (MATMAs) as a Spatial Conservation Tool. Aquatic Conservation: marine and freshwater ecosystems, 36 (7). e70426.
|
PDF (Published Version)
- Published Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives. Download (14MB) | Preview |
Abstract
English Language Abstract: Marine turtle regional management units (RMUs) are region-wide population boundaries delineating marine turtle subpopulations. Analyses within RMUs can provide insights into their knowledge gaps and conservation status for those regions. However, their large spatial extent limits their effectiveness for localized conservation planning. This study introduces Marine Turtle Management Areas (MATMAs), a smaller, spatially defined conservation unit aimed at refining RMUs to improve conservation management in Southeast Asia into manageable units to make local and regional management more effective. To define meaningful MATMAs, we collated published and unpublished datasets on marine turtle movements, including satellite tracking, photo identification records and flipper tag recoveries. Nesting groups were also categorized and analyzed using a minimum convex polygon bootstrapping method to create MATMAs. Six green turtle MATMAs were identified for the Andaman Sea, Java Sea, Raja Ampat, South China Sea, northern Borneo/Kalimantan and the Sulu and Sulawesi Sea, while two hawksbill MATMAs were identified in the Melaka Straits and the Sulu Sea. We acknowledge that data availability influenced MATMA delineation, leading to potential gaps in the coverage for both turtle species in Southeast Asia. However, as a proof of concept, this study demonstrates that MATMAs offer a higher-resolution approach to marine turtle conservation, contextualizing jurisdictional boundaries and enhancing localized to seascape conservation strategies. MATMAs provide a valuable framework for conservation managers, informing targeted decision-making for immediate action. Indonesian Language Abstract: Regional Management Units (RMUs) penyu laut merupakan batas populasi yang mendelineasi subpopulasi penyu laut dalam skala regional. Analisis-analisis dalam RMU dapat memberikan gambaran tentang kesenjangan pengetahuan dan status konservasinya di region tersebut. Meskipun demikian, besarnya cakupan spasial RMU membatasi efektivitas RMU dalam perencanaan pengelolaan konservasi pada skala lokal. Studi ini memperkenalkan konsep Marine Turtle Management Areas (MATMAs), yaitu unit konservasi dengan cakupan spasial tertentu. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengelolaan konservasi di Asia Tenggara dengan cara membagi RMU menjadi unit—unit yang lebih kecil untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan di tingkat lokal maupun regional. Dalam rangka mendefinisikan MATMA, kami mengumpulkan data tentang pergerakan penyu laut, baik yang sudah maupun belum dipublikasikan, termasuk pergerakan melalui pelacakan satelit, catatan-catatan identifikasi foto, dan penemuan-penemuan tag yang dipasang pada sirip penyu. Kami juga mengkategorikan dan menganalisis kelompok-kelompok peneluran dengan menggunakan metode minimum convex polygon bootstrapping untuk membuat MATMA. Kami berhasil mengidentifikasi enam MATMA untuk penyu hijau, yaitu di Laut Andaman, Laut Jawa, Raja Ampat, Laut Cina Selatan, sisi utara Kalimantan, serta Laut Sulu—Sulawesi. Selain itu, dua MATMA teridentifikasi untuk penyu sisik, yaitu di Selat Malaka dan Laut Sulu. Kami menyadari bahwa delineasi MATMA dalam studi ini dibatasi oleh ketersediaan data, sehingga ada kemungkinan bahwa MATMA yang kami hasilkan tidak mencakup semua lokasi penyu hijau dan penyu sisik di Asia Tenggara. Namun, sebagai konsep awal, studi ini menunjukkan bahwa MATMA menawarkan pendekatan resolusi yang lebih tinggi untuk konservasi penyu laut dengan mempertimbangkan batas-batas jurisdiksi serta memperkuat strategi konservasi dari skala lokal hingga bentang laut (seascape). MATMA menawarkan sebuah kerangka kerja yang penting bagi para pengelola konservasi melalui pengambilan keputusan yang lebih terarah dan tepat-sasaran secara cepat.
| Item ID: | 93292 |
|---|---|
| Item Type: | Article (Research - C1) |
| ISSN: | 1099-0755 |
| Copyright Information: | © 2026 The Author(s). Aquatic Conservation: Marine and Freshwater Ecosystems published by John Wiley & Sons Ltd. This is an open access article under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivs License, which permits use and distribution in any medium, provided the original work is properly cited, the use is non-commercial and no modifications or adaptations are made. |
| Date Deposited: | 07 Aug 2026 05:39 |
| FoR Codes: | 41 ENVIRONMENTAL SCIENCES > 4104 Environmental management > 410407 Wildlife and habitat management @ 100% |
| SEO Codes: | 18 ENVIRONMENTAL MANAGEMENT > 1805 Marine systems and management > 180504 Marine biodiversity @ 100% |
| Downloads: |
Total: 2 Last 12 Months: 2 |
| More Statistics |
